Sabtu, 13 Juli 2013

FISIOTERAPI BAYI

Apakah fisioterapi bisa mengembalikan saraf bayi yang lemah akibat persalinan?

Selamat pagi,
Dokter, saya baru saja melahirkan seminggu yang lalu. Berat bayi yg saya lahirkan 4,5 kg dengan cara normal.
karna ukuran bayi yang terlalu besar sehingga saat persalinan agak susah dijalan lahir dan sempat stuck. Sekarang bayi saya pada tangan kiri nya agak lemah. Kata dokter karna penarikan ketika melahirkan yang menyebabkan penarikan terlalu kuat pada kepala bayi sehingga bahu kiri yang tertarif sarafnya dan menyebabkan tangan kirinya tak ada tenaga sama sekali. jadi tangan kiri nya hanya bisa mengenggam. sedangkan tangan kanan nya aktif bergerak. setelah di rongsen tak ada retak ataupun patah. Dan dokter menyarankan saya untuk fisioterapi. Yang mau saya tanyakan.. apa dengan fisioterapi di pijat untuk merangsang saraf sarafnya, bayi saya bisa kembali normal? Butuh waktu berapa lama sehingga bisa kembali normal tangannya. Dokter anak menyarankan saya untuk konsultasi ke dokter tumbuh kembang anak dan sudah di sarankan fisioterapi. Tapi saya kurang yakin dan apa perlu di konsultasi ke dokter saraf, karna saya lihat sepertinya kalo bukan patah pada bahunya berati ada saraf yg bermasalah.trima kasih
salam sehat,
Dalam suatu persalinan yang sulit, memang dapat muncul beberapa komplikasi, salah satunya adalah gangguan gerakan pada bayi yang dilahirkan. Proses penarikan kepala bayi dalam usaha untuk membantu proses persalinan, memang dapat menyebabkan cedera pada saraf. Untuk memastikan apakah cedera pada saraf tersebut bersifat permanen atau sementara, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan. Oleh karena itu saya anjurkan anda untuk konsultasi dengan dokter spesialis saraf. Fisioterapi memang perlu untuk membantu kemajuan motorik dari lengan kiri anak anda. Fisioterapi dilakukan beberapa kali sampai cedera saraf pada bayi tersebut sembuh.

Semoga bisa membantu.

Kunjungi laman Facebook kami www.facebook.com/solo.sehat.terapi

FISIOTERAPI ANAK

Masalah apa saja yang dapat ditangani oleh fisioterapis anak ?


Adapun sudut pandang Fisioterapi pada perkembangan anak dapat dilihat dari lima aspek yaitu, motorik kasar, motorik halus, pengamatan, bicara dan sosialisasi. Kelima aspek tersebut yang dapat dilihat secara holistik/menyeluruh, misalnya :
# anak usia 4 bulan, saat tengkurap dan di depannya diletakkan mainan anak harus sudah mampu menumpu dengan kedua lengan dengan siku yang menekuk (motorik kasar). Anak sudah mampu bermain-main dengan kedua tangannya (motorik halus) jika diberikan mainan, anak memperhatikan mainannya (pengamatan) sesekali bermain bibir sambil mengeluarkan air liurnya (bicara), ketika digendong dan diajak bicara oleh ibu, anak mampu tersenyum pada ibu (bersosialisasi).
# anak usia 8 bulan, mampu duduk sendiri menggenggam mainan dengan seluruh permukaan tangan (motorik halus) kemudian mengambil posisi ongkong-ongkong sambil bertahan sebentar ketika mengambil suatu mainan (motorik kasar), ketika mainannya terjatuh dari atas meja ke bawah, anak sudah mampu memperhatikan mainan yang terjatuh (pengamatan). Anak mampu mengeluarkan suara bubbling “ma..,ma..,da..da..,ta..ta..” (bicara). Saat bermain ciluk ba, anak sudah mampu merespon dengan tersenyum atau tertawa (bersosialisasi).
# anak usia 12 bulan, mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan tangan (motorik kasar). Mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk (motorik halus). Ketika anak bermain mobil-mobilan atau boneka-bonekaan, anak sudah mampu menunjuk roda atau mata boneka tersebut (pengamatan). Anak sudah mampu mengucapkan atau lebih dan tahu artinya (bicara).  ketika ibu meminta mainannya, anak sudah mampu memberikan mainan pada ibu atau bapak (bersosialisasi).
# anak 18 bulan, berlari tanpa terjatuh (motorik kasar). menyusun tiga balok mainan (motorik halus). Anak sudah mampu memasangkan gelas dengan tutupnya (pengamatan). Anak sudah mampu di ajak bicara dengan mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya (bicara). Anak sudah mampu menyebutkan namanya (bersosialisasi).
# anak 24 bulan, bermain melompati garis ke depan (motorik kasar). Saat anak mau minum, ia mampu memutar tutup botolnya (motorik halus). Anak sudah mampu menyebutkan 6 anggota tubuhnya (pengamatan). Ketika ibu bertanya, anak sudah mampu menjawabnya dengan kalimat yang terdiri dari dua suku kata (bicara). Anak sudah mampu meniru kegiatan orang dewasa, seperti mencuci baju (bersosialisasi).
# anak 36 bulan, turun tangga dengan kaki bergantian, tanpa berpegangan dan dipegangi oleh ibu (motorik kasar). Saat diberikan pulpen dan kertas, anak sudah mampu meniru garis tegak, garis datar dan lingkaran (motorik halus). Ketika melihat warna, anak sudah mampu menyebutkan tiga warna (pengamatan). Saat dibacakan cerita, anak sudah mampu bertanya dengan kata apa, siapa, di mana (bicara). Ketika ada teman yang ingin bermain, anak sudah mampu bermain dengan teman (bersosialisasi).
# anak 48 bulan, bermain lompat satu kaki di tempat (motorik kasar). Ketika anak diberikan pensil dan kertas, anak mampu memegang pensil dengan ujung jari (motorik halus). Jika ada tiga mainan di depan anak, anak sudah mampu menghitung tiga mainan dengan cara menunjuknya (pengamatan). Ketika bermain-main dan berbicara, anak sudah mampu menggunakan kalimat lengkap dengan lebih dari dua kata (bicara). Anak mmapu bermain dengan teman dengan mengikuti satu permainan (bersosialisasi).
# anak umur 60 bulan, bermain dengan melompat satu kaki kearah depan (motorik kasar). Berikan contoh tanda + dan ΓΏ, maka anak mampu menirunya (motorik halus). Ketika menggambar, anak mampu menggambar orang (pengamatan). Ibu mendengarkan anak bercerita, anak mampu bercerita dan bermakna contohnya, “harimau itu besar” (bicara). Ketika ibu memperhatikan anak bermain dengan temannya, anak sudah mampu mengikuti urutan permainan (bersosialisasi).

Peran fisioterapis anak bukan hanya sekadar pada motorik kasarnya saja, namun juga memperhatikan keempat aspek di atas. Fisioterapis juga berperan pada kualitas pola gerak anak, bukan hanya sekadar pada tahapan anak bisa berjalan saja. Contoh kasus yang dapat ditangani fisioterapis antara lain gangguan susunan saraf pusat, keterlambatan atau gangguan neuromuskular, kelainan dan gangguan orthopedik, kelainan metabolisme, gangguan belajar dan perilaku.
Referensi :
  1. Samba, Gde, “Fisioterapi Konseptual” 2007, Bandung : Yayasan Fisioterapi.
  2. Yayasan Suryakanti,“Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita”,Februari 2003 :Bandung.
Kami melayani fisioterapi anak dan pijat bayi. Silahkan kunjungi klinik kami. Ada kamar fisioterapi khusus untuk anak dilengkapi mainan anak sehingga membuat anak ceria dan aktif.

Kunjungi laman Facebook kami www.facebook.com/solo.sehat.terapi

KLINIK FISIOTERAPI DI SOLO

SELAMAT DATANG DI KLINIK FISIOTERAPI "SEHATI" 

"SEHATI" adalah klinik fisioterapi untuk rakyat di Solo. Memberikan pelayanan terbaik dengan harga terjangkau sehingga masyarakat senang dengan hadirnya klinik fisioterapi kami. Lokasi berada di dalam kampung, tidak terganggu kebisingan suara kendaraan bermotor, bersih dan nyaman sehingga terapi bisa lebih maksimal.

 

 

 

 

Fisioterapi merupakan ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.
Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan komunikasi.

Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olahraga khusus, penguluran dan bermacam-macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan–latihan fisioterapi.



Denah 


Kunjungi laman Facebook kami www.facebook.com/solo.sehat.terapi